Transformator


Transformator adalah suatu alat listrik yang dapat memindahkan dan mengubah energi listrik ke rangkainan listrik dari satu atau lebih rangkaian listrik ke rangkaian listrik lain melalui suatu gandengan dan berdasarkan prinsip kerja induksi elektromagnet.

kegunaannya:
Untuk sistem tenaga, sebagai kebutuhan akan tegangan tinggi dalam pengiriman daya listrik jarak jauh.
Untuk sistem elektronika:
>sebagai gandengan impedansi antara sumber dan beban.

>untuk memisahkan satu rangkaian dari rangkaian lain.

>untuk menghambat arus searah sambil tetap melakukan arus bolak balik antara rangkaian.

Berdasarkan Frekuensi, Transformator dapat di kelompokkan sebagai berikut:

dalam bidang tenaga listrik pemakaian transformator di kelompokkan:
1. Transformator daya
2. Transformator Distribusi
3. Transformator pengukuran ada dua jenis:
a. Transformator arus
b. Transformator tegangan.

kerja transformator berdasarkan induksi elektromagnet yang di timbulkan karena adanya gandengan magnet antara rangkain primer dan sekunder, gandengan berupa type inti dan type cangkang.

Advertisements

Motor AC


BAB I: PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Motor listrik adalah alat untuk mengubah energy listrik menjadi energy mekanik. Begitu juga dengan sebaliknya yaitu alat untuk mengubah energy mekanik menjadi energy listrik yang biasanya disebut dengan Generator atau dynamo. Motor listrik dapa tkita temukan di peralatan rumahtangga seperti: kipas angin, mesin cuci, Blender, pompa air, mixer dan penyedot debu.  Adapun motor listrik yang digunakan untuk kerja (industry) atau yang digunakan dilapangan seperti: bor listrik, gerinda, blower, menggerakan kompresor, mengangkat bahan,dll.

Pada motor listrik yang tenaga listrik di ubah menjadi tenaga mekanik. Perubahan ini dilakukan dengan mengubah tenaga listrik menjadi magnet yang disebutsebagai elektro magnet. Sebaga imana yang telah kita ketahui bahwa kutub – kutub dari magnet yang senama akan tolak menolak dan kutub yang tidak senama akan tarik menarik. Dengan terjadinya proses ini maka kita dapat memperoleh gerakan jika kita menempatkan sebuah magnet pad asebuahporos yang dapatberputar dan magnet yang lain pada suatu kedudukan yang tetap.

1.2 PERUMUSAN MASALAH

Seperti yang telah kita ketahui Motor alat atau suatu mesin untuk mengubah energy listrik menjadi energy mekanik begitu pun sebaliknya. Di sini yang saya bahas berdasarkan uraian yang di atas diperolehlah beberapa rumusan masalah sebaga berikut:

  1. Apakah itu motor AC?
  2. Ada berapa jeniskah Motor AC tersebut?
  3. Komponen apa sajakah yang ada pada Motor AC?
  4. Prinsip kerja bagaimanakah motor ac tersebut?

1.3 TUJUAN MAKALAH

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :

  1. Untuk mempelajari Motor Listrik AC secara teori.
  2. Merupakan tugas study dari dosen pengampu.
  3. Sebagai bahan pembelajaran dan pengajaran bagi pihak-pihak yang membutuhkan informasi tentang Motor Listrik secara teori.
  4. Mengetahui prinsip kerja dari Motor AC.
  5. Dan mengetahui fungsi dari Motor AC.

Continue reading

Perlakuan Panas (Heat Treatment)


Perlakuan panas didefinisikan sebagai suatu operasi atau kombinasi operasi yang melibatkan pemanasan dan pendinginan logam/paduannya dalam keadaan padat untuk memperoleh kondisi dan sifat-sifat yang diinginkan. (O.P Khanna 292, 1986).

digram fasa
diagram fasa baja karbon

Proses perlakuan panas dapat di kelompokkan sebagai berikut:

1. Annealing

Annealing merupakan salah satu proses laku panas terhadap logam paduan. dalam proses pembuatan suatu produk pada dasarnya annealing dilakukan dengan memanaskan logam atau paduan sampai temperatur diatas suhu transformasi (30’C sampai 50’C). sehingga tercapai perubahan yang diinginkan lalu mendinginkan logam atau paduan tersebut dengan laju pendinginan yang lambat. annealing dapat dilakukan terhadap benda kerja dengan kondisi yang berbeda – beda dan dengan tujuan yang berbeda, tujuan melakukan annealing ialah untuk melunakkan, menghaluskan butir kristal, menghilangkan tegangan dalam dan memperbaiki machinability.
annealing terbagi menjadi 4 bagian:
a). stress-relief Annealing
b). process Annealing
c). spheodising Annealing
d). Full Annealing.

2. Normalizing

Normalizing merupakan pemasan baja sampai di atas temperatur daerah transformasi, ditahan sampai suhunya merata kemudian didinginkan di udara bebas, untuk mendapatkan struktur butiran yang halus dan seragampada umumnya untuk memperbaiki sifat mekanis, Djarifin Sitinjak (36,1985)

3. Hardening (pendinginan cepat)

Hardening didefinisakan sebagai proses pemanasan sampai mencapai daerah austenit, yaitu kira-kira 30′-50′ diatas garis A3 seperti pada digram fasa kemudian dilakukan pendinginan denga media pendinginan air sampai terbentuknya Martensit. baja yang telah di hardening mempunyai kondisi struktur yang sangat tegang dan getas, sehingga tidak bisa digunakan sesuai dengan penggunaan praktis, Y.Lakhtin (1957,214).

4. Tempering

Tempering adalah suatu proses pemanasan kembali baja yang telah dikeraskan pada temperatur sebelum titik kritis (sub-critical), untuk mendapatkan sifat keuletan dan kekerasan yang lebih baik, dalam proses ini mertensit akan berubah menjadi “Black Martensit”, troostite dan sorbite” yang mempunyai struktur yang lebih baik dan halus. Temperatur tempering tergantung pada sifat yang diinginkan, tapi pada umumnya berkisar antara 180-650’C, Djarifin Sitinjak (36,1985).
Tempering ini terbagi menjadi tiga bagian:
a). Martempering
b). Austempering
c). Maraging.

Klasifikasi dan sifat-sifat material


Klasifikasi dan sifat-sifat material

Secara garis besar material teknik di kelompokkan menjadi 3 kelompok yaitu:
1.logam
2.non logam
3.komposit

1.Logam
Logam adalah unsur kimia yang memiliki sifat kuat, keras, liat, merupakan penghantar panas dan listrik, serta mempunyai titik lebur tinggi. Logam di bedakan dua bagian yaitu:

a. Ferro
ferro
Besi merupakan logam yang penting dalam bidang teknik, tetapi besi murni terlalu lunak dan rapuh sebagai bahan kerja, bahan konstruksi dll. Oleh karena itu besi selalu bercampur dengan unsur lain, terutama zat arang/karbon (C). Logam ferro meliputi: besi (iron), baja (steel), dan besi cor (cast iron).

b. Non ferro
Logam non ferro murni kebanyakan tidak digunakan begitu saja tanpa dipadukan dengan logam lain, karena biasanya sifat-sifatnya belum memenuhi syarat yang diinginkan. Kecuali logam non ferro murni, platina, emas dan perak tidak dipadukan karena sudah memiliki sifat yang baik, misalnya ketahanan kimia dan daya hantar listrik yang baik serta cukup kuat, sehingga dapat digunakan dalam keadaan murni. Tetapi karena harganya mahal, ketiga jenis logam ini hanya digunakan untuk keperluan khusus. Misalnya dalam teknik proses dan laboratorium di samping keperluan tertentu seperti perhiasan dan sejenisnya. Logam non ferro adalah logam selain logam besi, seperti, aluminum, tembaga, magnesium, dan paduan-paduannya.

2.Non logam
Non logam adalh unsure kimia yang memiliki sifat elastic, cair, tidak dapat menghantar arus listrik, peka terhadap api, dan mudah pecah.

a.Polimer
polimer
Polimer merupakan senyawa yang besar yang terbentuk dari hasil penggabungan sejumlah unit unit molekul yang kecil. Polimer meliputi: thermoset dan thermoplastic yang di dalamnya termasuk juga karet dan plastic.

b.keramik
keramik
Keramik merupakan suatu bentuk bahanyang terbuat dari tanah liat dan bahan tambahan lainnya yang diproses dengan cara pembakaran. keramik meliputi keramik konvensional dan keramik modern, dari mulai gerabah, genting ubin, alat rumah tangga, sampai pada keramik modern dan canggih seperti semikonduktor, komponen elektronik sampai pada komponen pesawat luar angkasa yang tahan temperatur tinggi.

3.komposit
kayu komposit
Komposit adalah suatu jenis bahan baru hasil rekayasa yang terdiri dari dua atau lebih bahan dimana sifat masing-masing bahan berbeda satu sama lainnya baik itu sifat kimia maupun fisikanya dan tetap terpisah dalam hasil akhir bahan tersebut (bahan komposit). Bahan komposit memiliki banyak keunggulan, diantaranya berat yang lebih ringan, kekuatan dan kekuatan yang lebih tinggi, tahan korosi dan memiliki biaya perakitan yang lebih murah karena berkurangnya jumlah komponen dan baut-baut penyambung. Penggunaan komposit ialah komponen pesawat terbang, komponen mesin, jembatan, kapal layar, dll.